Cara Menambah Kapasitas RAM dengan Flashdisk

Senin, 07 Oktober 2013
Eboostr 4.5 full version full crack, yaitu software penambah kapasitas ram dengan menggunakan flashdisk
Komputer anda lemot? atau main game patah-patah? nah saya punya solusi softwarenya nih. Namanya EBoostr 4.5 Pro.Software ini sebenarnya fungsi utamaannya adalah untuk menambah kapasitas RAM dengan memanfaatkan ruang yang tersisa pada hardisk maupun Flashdisk. Namun untuk penggunaan Hardisk harus menggunakan hardisk yang berbeda (tidak dalam 1 hardisk) sedangkan untuk flashdisk menggunakan yang mempunyai kecepatan baca dan tulis yang cukup tinggi sebagai syaratnya.
Mau lebih jelas?


Apa itu Eboostr 4.5 Pro?
Eboostr 4.5 Pro adalah software yang dapat membuat cache pada hardisk maupun flashdisk yang dapat digunakan untuk menambah kapasitas RAM fisik. Penambahan cache pada hardisk dan flashdisk secara signifikan dapat meningkatkan performa komputer dan membuat pembukaan aplikasi maupun bermain game menjadi lancar tanpa masalah.


Fitur-fitur yang terdapat dalam EBoostr 4.5 Pro adalah :
  • Dapat memaksimalkan penggunaan RAM komputer.
  • Mempercepat pembukaan aplikasi yang berat yang menggunakan memori RAM besar.
  • Bermain game tanpa lag atau patah-patah
  • Memelihara performa komputer agan
  • Support Windows XP / Windows 7 32 dan 64 bit

Berikut Link Download Eboostr 4.5 Pro Full Crack Full Version.

Klik  >> DISINI <<

 Sekian dulu selamat Mendownload..

Rincian Simplisia Areceae Semen (Biji Pinang)

Sabtu, 28 September 2013

 

Nama Daerah :

Sumatra: pineng, pineung, pinang, batang mayang, batang bangkah, batang pinang, pining, boni.
Jawa: jambe, penang, wohan.
Kalimantan: gahat, gehat, kahat, taan, pinang.
Nusatenggara: buah jambe, bua, winu, pua, wenji, keu, ua, ehu, glok, wua, tilade.

Pemerian :

Bau lemah; rasa kelat dan agak pahit.

Pemeriksaan Makroskopik :

Biji keras, utuh atau berupa irisan. Biji utuh berbentuk kerucut pendek dengan ujung membulat, jarang berbentuk hampir setengah bulatan, bagian pangkal agak datar dengan suatu lekukan dangkal, panjang 15 mm sampai 30 mm, kemerahan, agak berlekuk-lekuk menyerupai jala dengan warna yang lebih muda; pada pangkal biji sering terdapat bagian-bagian dari kulit buah, warna putih. Pada bidang irisan biji tampak perisperm berwarna coklat tua dengan lipatan-lipatan tidak beraturan menembus endosperm yang berwarna agak keputih-putihan.

Pemeriksaan Mikroskopik :

Pada penampang melintang biji tampak selapis sel perikarp atau kulit biji, berpigmen. Endokarp terdiri dari beberapa lais sel, berdinding tebal, tampak seperti sel batu bila terpotong paradermal. Mesokarp terdiri dari jaringan parenkim berdinding tipis dan serabut dengan lumen lebar mesokarp. Endosperm terdiri dari sel-sel berdinding tebal, mempunyai saluran noktah dan berisi butir-butir aleuron.
Serbuk: berwarna coklat. Fragmen pengenal adalah endosperm dengan saluran noktah; mesokarp; endosperm dengan saluran noktah; mesokarp; endosperm tanpa saluran noktah; fragmen perikarp dengan pigmen; serabut yang terdapat pada mesokarp dengan butir-butir silica; fragmen perikarp terpotong melintang dan longitudinal berpigmen; fragmen bagian dalam perikarp terpotong paradermal, tampak endokarp dan mesokarp.

Cara Identifikasi :

  • Pada 2 mg serbuk biji tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat merah.
  • Pada 2 mg serbuk biji tambahkan 5 tetes asam sulfat 10 N; terjadi warnacoklat muda.
  • Pada 2 mg serbuk biji tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v dalam etanol P; terjadi warna coklat muda.
  • Pada 2 mg serbuk biji tambahkan 5 tetes ammonia (25%) P; terjadi warna merah jingga.
  • Pada 2 mg serbuk biji tambahkan 5 tetes larutan besi (III) klorida P 5% b/v; terjadi warna kuning kehijauan.

Uji Kemurnian :

Kadar abu. Tidak lebih dari 2%.
Kadar abu yang tidak larut dalam asam. Tidak lebih dari 1%.
Kadar sari yang larut dalam air. Tidak kurang dari 30%.
Kadar sari yang larut dalam etanol. Tidak kurang dari 40%.
Bahan organic asing. Tidak lebih dari 2%.

Kegunaan :

Memperkecil pupil mata, obat cacing (antelmintik).

Kandungan Senyawa :

Arekolin, arekaidin, guvasin, guvakolin, isoguvasin, gula, resin.

Referensi :

Materia Medika Indonesia V, hal 55-58, thn 1989, Depkes RI



Rincian Simplisia Andrographidis Herba (Herba Sambiloto)


Nama Daerah :

Sumatera : pepaitan (Melayu).
Jawa : ki oray, ki peurat, takilo (Sunda), bidara, sadilata, sambilata, takila.

Pemerian :

Tidak berbau, rasa pahit.

Pemeriksaan Makroskopik :

Batang tidak berambut, tebal 2 mm sampai 6 mm, jelas persegi empat, batang bagian atas seringkali dengan sudut agak berusuk. Daun bersilang berhadapan, umumnya terlepas dari batang, bentuk lanset samapi bentuk lidah tombak, panjang 2 cm samapi 7 cm, labar 1 cm sampai 3 cm, rapuh, tipis, tidak berambut, pangkal daun runcing, ujung meruncing, tepi daun rata. Permukaan atas berwarna hijau tua atau hijau kecoklatan, permukaan bawah berwarna hijau pucat. Tangkai daun pendek. Kelopak bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak, panjang 3 mm sampai 4 mm, berambut. Daun mahkota berwarna putih sampai keunguan. Buah berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, panjang lebih kurang 2 cm, lebar lebih kurang 4 mm, kadang-kadang pecah secara membujur menjadi 4 keping. Permukaan luar kulit buah berwarna hijau tua sampai hijau kecoklatan, permukaan dalam berwarna putih atau utih kelabu. Biji agak keras, panjang 1,5 mm sampai 3 mm, lebar lebih kurang 2 mm, permukaan luar berwarna coklat muda bertonjol-tonjol. Pada penampang melintang biji terlihat endosperm berwarna kuning kecoklatan, lembaga berwarna putih kekuningan.

Pemeriksaan Mikroskopik :

Daun : epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel berbentuk segi empat, kutikula tipis, pada penampang tangensial tampak berbentuk polygonal, dinding sampai lurus, tidak terdpat stomata. Pada lapisan epidermis terdapat banyak sel litosis yang berisi sistolit, sistolit banyak mengandung kalsium karbonat. Sel litosis umumnya lebih besar dari pada sel epidermis, bentuk jorong atau bulat telur dengan permukaan bertonjolan hingga mirip rangkaian buah anggur, panjang 60 µm sampai 150 µm, lebar 30 µm sampai 80 µm. Rambut kelenjar banyak, terletak agak tenggelam di lapisan epidermis, sel pangkal kecil dan bersel satu, kepala kelenjar terdiri dari beberapa sel, garis tengah kepala kelenjar 40 µm sampai 65 µm, tinggi 15 µm sampai 25 µm. Rambut penutup sangat sedikit, umumnya terdapat di epidermis atas pada tulang daun, bentuk kerucut berujung tumpul, bersel 2, dinding tipis, berukuran panjang 30 µm sampai 125 µm. Sel epidermis bawah lebih kecil dari sel epidermis atas, pada penampang tangensial tampak dinding samping bergelombang. Stomata sangat banyak, tipe bidiasitik dan diasitik, umumnya bidiasitik. Rambut kelenjar dan litosis lebih banyak terdapat di epidermis bawah dari pada di epidermis atas. Jaringan palisade umumnya terdiri dari 1 lapis sel, jarang yang 2 lapis. Jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel bungakarang, tersusun renggang dengan rongga udara yang besar, diantara sel bungakarang terdapat juga sel litosis serupa dengan yang terdapat di epidermis. Berkas pembuluh tipe bikolateral.
Batang : epidermis terdiri dari 1 lapis sel yang terentang tangensial, pada penmapang tangensial terlihat berbentuk segi empat panjang, dinding samping lurus, kutikula agak tebal; pada epidermis terdapat rambut kelenjar dan litosis seperti yang terdapat pada epidermis daun. Jaringan kolenkim terdapat dibawah epidermis, terutama pada sudut batang. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel. Serabut perisikel berdinding tebal, agak berlignin, lumen sempit. Floem sekunder sedikit. Sebagian besar xilem sekunder terdiri dari serabut kayu; pembuluh kayu bernoktah dan pembuluh kayu berpenebalan tangga tersebar. Empulur terdiri dari sel besar berbentuk polygonal, dinding bernoktah, sel empulur berisi hablur kalsium oksalat berbentuk jarum, panjang hablur 15 µm samapi 50 µm. Kelopak bunga : pada epidermis luar terdapat rambut penutup dan rambut kelenjar. Rambut penutup umumnya terdiri dari 1 sel, kadang-kadang bersel 2, bentuk kerucut, panjang 40 µm samapi 175 µm, dinding tebal, kutikula bergaris-garis. Rambut kelenjar terdapat 2 tipe, tipe pertama serupa dengan rambut kelenjar pada daun tipe kedua mempunyai tangkai kelenjar bersel 3 sampai 5 dan kepala kelenjar berbentuk serupa mangkok bersel banyak. Kulit buah : epidermis luar terdiri dari sel pipih berbentuk polygonal memanjang atau serupa serabut pendek berdinding agak tebal, kutikula tebal bergaris; pada epidermis terdapat stomata serupa stomata pada daun, juga terdapat rambut kelenjar dengan tangkai panjang bersel banyak serupa rambut kelenjar tipa kedua pada kelopak bunga; di bawah epidermis terdapat jaringan berisi zat berwarna coklat kekuningan. Epidermis dalam tediri dari 1 lapis sel pipih, dinding tebal, bernoktah. Mesokrap terutama terdiri dari serabut sklerenkim berdinding tebal, bernoktah dan berlignin. Didaerah sekat mesokrap terdiri dari parenkim bernoktah dan sel batu dengan lumen besar, dinding tebal, noktah jelas, berlignin.
Biji : kulit biji tediri dari 1 lapis sel, pipih berpapila pendek, dinding tipis, kutikula tipis. Endosperm terdiri dari sel berbentuk bulat panjang, dinding tebal tidak berlignin, tidak berwarna, umumnya tersusun radial, sel penuh berisi butir-butir minyak dan aleuron. Embrio selnya lebih kecil dari sel endosperm, dinding tipis, berisi butir-butir minyak.
Serbuk : warna hijau kelabu, rasa sangat pahit. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas dan epidermis bawah dengan litosis; fragmen mesofil daun, rambut kelenjar dari kelopak bunga, rambut penutup kelopak bunga, sel batu dari kulit buah, epidermis kulit buah dengan stomata, berkas pembuluh, sistolit yang lepas dari sel, fragmen serabut kulit buah; fragmen endosperm dari biji, fragmen empulur batang, hablur kalsium oksalat berbentuk jarum jarang kelihatan.

Cara Identifikasi :

  • Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat tua.
  • Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes asam klorida pekat P; terjadi warna coklat.
  • Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5 % b/v; terjadi warna hijau kekuningan.
  • Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v; terjadi warna hijau kekuningan.
  • Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes ammonia (25%) P; terjadi warna hijau kekuningan.
  • Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan besi (III) klorida P 5% b/v; terjadi warna hijau.

Uji Kemurnian :

Kadar abu tidak lebih dari 12 %.
Kadar abu yang tidak larut dalam asam tidak lebih dari 2,2 %.
Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 18 %.
Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 9,7 %.
Bahan organic asing tidak lebih dari 2 %.

Kegunaan :

Diuretik, antipiretik.

Kandungan Senyawa :

Asam kersik, damar logam alkali.

Referensi :

Materia Medika Indonesia III, hal 20-25, thn 1979, Depkes RI.

Rincian Simplisia Psidii folium (Daun Jambu BIji)


Nama Daerah :

Sumatra : Glima breueh ( Aceh), galiman (Batak), Masiambu (Nias)
Jawa : Jambu klutuk (Sunda), Jambu bigi (Madura)
Nusa Tenggara : Sotong (Bali)
Maluku : Kayawase, Lutu hatu, Jambu rutuno

Pemerian :

bau khas aromatik; rasa kelat

Pemeriksaan Makroskopik :

Daun tunggal, bertangkai pendek, panjang tangkai daun 0,5 sampai 1 cm; helai daun berbentuk beundar telur agak menjorong atau bulat memanjang, panjang 5 cm sampai 13 cm, lebar 3 cm sampai 6cm; pinggir daun rata agak menggulung ke atas; permukaan atas agak licin, warna hijau kelabu; kelenjar minyak tampak sebagai bintik-bintik berwarna gelap dan bila daun direndam tampak sebagai bintk-bintik yang tembus cahaya; ibu tulang daun dan tulang cabang menonjol pada permukaan bawah, bertulang (berpenulangan) menyirip, warna putih kehijauan

Pemeriksaan Mikroskopik :

Epidermis atas : terdiri dari 1 lapis sel, pipih, terentang tangensial, bentuk poligonal, dinding antiklinal lurus, tidak terdapat stomata. Epidermis bawah: sel lebih kecil, pipih, terentang tangensial, bentuk poligonal, dinding antiklinal lurus. Stomata : tipe anisolitik , banyak terdapat pada permukaan bawah. rambut penutup : terdapat pada kedua permukaan, lebih banyak pada permukaan bawah, bentuk kerucut ramping yang umumnya agak bengkok, terdiri dari 1 sel, berdinding tebal, jernih, panjang rambut 150 µm sampai 300 µm, pangkal rambut kadang-kadang agak membengkok, lumen kadang-kadang mengandung zat berwarna kuning kecoklatan. Jaringan air : terdapat di bawah epidermis atas, terdiri 2 sampai 3 lapis sel yang besar. Jernih dan tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Idioblas : terdapat di beberapa tempat, berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset yang besar dan bentuk prisma. Kelenjar minyak : rongga minyak bentuk lisigen besar, terdapat lebih banyak di bagian bawah daripada di bagian atas. Jaringan palisade : terdiri dari 5 sampai 6 lapis sel, terletak dibawah jaringan air, 2 lapis sel yang pertama lebih besar dan mengandung lebih banyak zat hijau daun, lapisan-lapisan berukutnya beongga lebih banyak.
Serbuk warna hijau ke abu-abuan. Fragmen pengenal banyak terdapat rambut penutup yang terlepas; hablur kalsium oksalat; stomata tipe anomositik; mesofil dengan kelenjar lisigen.

Cara Identifikasi :

a. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat tua.
b. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam sulfat 10N; terjadi warna kuning kehijauan.
c. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam klorida pekat P terjadi warna kuning kehijauan.
d. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v; terjadi warna coklat kemerahan.
e. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes amonia (25%) P; terjadi warna kuning kehijauan.
f. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan besi (III) klorida P 5% b/v ; terjadi warna merah

Uji Kemurnian :

Kadar abu : tidak lebih dari 4,5%
Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 19%
Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 18%
Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 2%
Bahan organik asing tidak lebih dari 2%

Kegunaan :

Antidiare

Kandungan Senyawa :

Tanin 9-12%, minyak atsiri, minyak lemak, asam malat

 

ntaundaimena Copyright © 2014 | Powered by Blogger